13 Juli 2011

Memilih dan Memilah ISD Models

ISD (Instructional Systems Design) models bertebaran layaknya debu diladang. Memilih model yang tepat tentu bukan sembarang aksi. Tujuan pengembangan juga menjadi sorotan utama yang patut dipertimbangkan dalam memilah. Dengan orientasi yang tentunya sudah harus dipahami secara jelas. Orientasi ISD models terbagi menjadi beberapa:
Berorientasi pada kelas Dimana pengembangannya akan dimanfaatkan untuk kegiatan belajar mengajar di kelas. Beberapa model yang berorientasi kelas antara lain: ASSURE Model (Duet maut Heinich, Molenda, Russell, dan Smaldino), Gerlach & Ely, dlsb.

Berorientasi pada produk Pengembangan model ini dikhususkan untuk memproduksi. Outputnya biasanya dapat berupa media pembelajaran. Model yang berorientasi produk antara lain: The Bates Models, Seels dan Glasgow Models, dlsb.

Berorientasi pada sistem Pengembangan model berorientasi pada sistem ini dimanfaatkan untuk pembuatan sistem pembelajaran yang lebih luas. Kurikulum dapat dibuat dengan menggunakan model-model ISD ini. Model yang berorientasi sistem antara lain: Gentry, The IPISD (The Interservice Procedures for Instructional System Development), The Diamond Models, dlsb.

Tiap model tentunya memiliki kelebihan dan kekurangan. Pemilihannya tentu didasari oleh tujuan pengembangan itu sendiri. Cukup banyak literatur yang mengkaji tiap model yang ada ini. Anda bisa melakukan desktop research untuk mendalaminya.

07 Juli 2011

Tak Ada Water Dispenser, Water Pump Keren pun Jadi :)

Untuk kedua kalinya saya menemukan Water Dispenser yang bocor. Karena sudah bosan membeli dispenser baru, akhirnya saya memutuskan menggunakan water pump. Pada awal penggunaannya water pump ini hanya langsung dipasang di leher botol galon air mineral. Bisa dibayangkan betapa tak ciamik tampilannya.

Berhubung saya iseng berat dan gatel mata melihat tak adanya keindahan pada water pump tersebut, akhirnya saya selimuti cover galon dengan kain pembungkus. Jadilah seperti ini.


Cantik, bukan? Bermodal 63ribu rupiah, saya hanya menyambungkan dua kertas wafer bermotif, kertas craft untuk mengikat lehernya, dan pita menawan dari Harvest. Bahan-bahan tersebut bisa didapatkan di bagian stationary toko buku atau toko kerajinan. Mungkin jika ada pembaca yang ingin mencoba menerapkan keindahan ini, bisa mencobanya :)

Kedepannya saya akan mencoba menggunakan brokat atau bride veil. Atau Anda punya ide brilian lain? ^^

04 Juli 2011

Pasar Malam Hiburan untuk Semua

19.30 WIB, RW 014, Duren Jaya, Bekasi

Malam mulai pekat, tapi di sini terang. Tiga, empat, lima, enam. Malam ini Kami berenam pergi ke pasar malam. Saya, Fayyadh, Rayyan adalah pengunjung perdana tempat ini. Degup sistem audio menyuarakan lagu disko dangdut. Semarak. Semua lampu dan suara menyemarakkan suasana dan berhasil menghilangkan kepekatan malam. Lampu di sini, lampu di sana. Ceria di mana-mana. Inilah pasar malam. Pasar yang muncul malam hari dengan beberapa wahana aktif nyaris tanpa butuh listrik.

Setelah bengong selama beberapa menit, saya mulai bertanya-tanya bagaimana cara naik wahana yang ada. Karena Fayyadh (setelah ikutan bengong) mulai antusias. Akhirnya tiket berhasil dibeli. 5 tiket tentu cukup untuk naik beberapa wahana buat Fay dan Rayy. Fay berhasil naik komedi putar (tanpa antrian, setelah berebutan tentunya). Saya mengendong Rayy dan kembali menikmati suasana. Tiba-tiba terdengar suara melalui microphone. Pria tengah baya berteriak kesal.

"Denger kata abang neng!
Jangan turun dulu!
Neng!
DENGER KATA ABANG!
"
Hah?! Setengah terperangah ditengah antusiasme saya akan suasana pasar malam, saya akhirnya mengenali dari mana suara itu berasal. Itu adalah suara abang mic (sebut saja begitu karena abang ini punya otoritas penuh menggunakan satu-satunya microphone di pasar malam ini). "Ombak Banyu" itu nama wahananya (begitu disebut oleh pasar malam yang saya kunjungi). Ini sedikit penjelasan mengenai wahana ini :
1. Berbentuk seperti hexagon (saya lupa menghitung sisinya)
2. Disepanjang sisi terdapat tempat duduk panjang dari kayu
3. Kaki penumpang nantinya akan beberapa senti dari tanah
4. Digerakkan oleh beberapa orang yang berlari, bergelantungan, dan berloncatan dalam ritme yang pasti. Unik.

Kira-kira seperti ini gambarnya jika sedang berputar:
Foto di ambil dari blog ini.

"Ombak Banyu" ini diatur oleh abang mic (yang suaranya mengagetkan saya sebelumnya), yang luar biasa galak tapi ceria. Wahana ini memerlukan keseimbangan berat antara sisi yang satu dengan sisi yang lainnya. Teguran-teguran keras akan diteriakkan jika penumpang tidak mengikuti instruksi dengan baik. Wahana ini tampaknya luar biasa menyenangkan karena terlihat dari antusiasme calon penumpang yang ingin naik. Bisa disebut ini adalah wahana paling digemari. Ya, menyenangkan sekaligus membahayakan. Satu pesan dari abang mic yang tidak akan pernah saya lupa.

"Sudah siap semuanya?
Kalo udah siap
berarti harus pasrah sama Allah".

Tanpa sabuk pengaman, tanpa jaminan asuransi, musik kembali berputar dan "Ombak Banyu"
kembali meliuk-liuk.

Tulisan lain tentang kisah Pasar Malam yang saya kunjungi, bisa baca di sini.

:)