Tampilkan postingan dengan label Lepas Penat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Lepas Penat. Tampilkan semua postingan

15 Juli 2024

Backpacker Trip to Bali (Part 1)

Setelah menimbang-nimbang dengan berbagai pro cons, akhirnya memutuskan berangkat liburan ke Bali bersama dua jagoan. Berhubung butuh berhemat di sana dan sini, kami sepakat berangkat naik kereta dan public transport lain, tanpa pesawat. Agar mudah berpindah moda, akhirnya pakai carrier yang biasa dipakai untuk naik gunung. 

Apakah artinya sudah dapat disebut backpacker trip? Marilah kita berkesimpulan demikian, karena kami sama sekali ga bawa koper. Hahaha.. 

Memutuskan moda transportasi bukan hal yang mudah. Mencari moda transportasi yang pas di kantong ternyata lebih tak mudah. Untuk dapat sampai ke Bali dengan kereta, kami harus menuju Surabaya, dan lanjut ke stasiun Ketapang yang paling dekat dengan pelabuhan Ketapang. Menuju Ketapang dari Surabaya tidak perlu bingung, karena hanya ada satu pilihan kereta. Namun tak mudah menentukan dengan kereta apa ke Surabaya, karena pilihan kereta dari Jakarta menuju Surabaya, sangat banyak. Opsi tersebut harus tentunya mempertimbangkan harga tiket kereta, yang kalau salah pilih, total harganya tak kan jauh berbeda dengan pesawat. Seru bukan? Petualangan tak hanya bermula saat bepergian terjadi, tapi sejak mencari pilihan moda transportasi murah dan nyaman. Hahaha.. 

Setengah hari siang ku habis buat mencari moda transportasi yang pas. Gsheet terbuka untuk membandingkan harga yang satu dengan yang lain, itinarary, dan tentunya list budget selain transportasi. 

Akhirnya pilihan jatuh pada kereta Dharmawangsa dari Stasiun Pasar Senen menuju Pasar Turi Surabaya. Berlanjut dengan Blambangan Express dari Pasar Turi Surabaya ke Ketapang. Untuk menghemat biaya penginapan, kami bermalam di kereta. Tak perlu diceritakan detailnya kejadian di kereta, karena ga banyak kisah, selain ku dikira sebagai anak kuliahan yang lagi libur dan mau melancong ke Bali. 

Tiba di Ketapang sekitar jam 5 subuh, dan langsung menuju Pelabuhan Ketapang. Penumpang yang berjalan kaki tak banyak. Kami naik ferry sekitar 60 menit, lalu akhirnya tiba di pelabuhan Gilimanuk. Ada warung di pintu keluar, dan percayalah.. Nasi kuning dengan harga murah di warung ini enakk pisan..  





Berhubung agenda bermain pertama di Lovina, untuk melihat lumba-lumba di habitat aslinya, maka kami menuju terminal Singaraja dengan moda transportasi elf. Sayangnya, moda transportasi ini sepi diminati. Para pejalan kaki selalu langsung menuju terminal Ubung di Kota Denpasar. Sehingga kami harus menunggu sekitar 60 menit untuk akhirnya supir mau berangkat. Sangat disarankan mencari moda transportasi lain ke Singaraja. Atau jika peserta trip lebih dari 5, bisa langsung minta supir untuk jalan. Atau jika tidak terlalu urgent, disarankan langsung ke Denpasar saja. Opsi ke Lovina memang menarik, tapi agak sulit untuk menemukan moda transportasi umum yang nyaman dan cepat ke Lovina. 

Ada apa saja di Lovina? Apa saja itinarary kami selama di Bali bagian utara? Cek di postingan berikutnya, yaa.. 

04 Juli 2011

Pasar Malam Hiburan untuk Semua

19.30 WIB, RW 014, Duren Jaya, Bekasi

Malam mulai pekat, tapi di sini terang. Tiga, empat, lima, enam. Malam ini Kami berenam pergi ke pasar malam. Saya, Fayyadh, Rayyan adalah pengunjung perdana tempat ini. Degup sistem audio menyuarakan lagu disko dangdut. Semarak. Semua lampu dan suara menyemarakkan suasana dan berhasil menghilangkan kepekatan malam. Lampu di sini, lampu di sana. Ceria di mana-mana. Inilah pasar malam. Pasar yang muncul malam hari dengan beberapa wahana aktif nyaris tanpa butuh listrik.

Setelah bengong selama beberapa menit, saya mulai bertanya-tanya bagaimana cara naik wahana yang ada. Karena Fayyadh (setelah ikutan bengong) mulai antusias. Akhirnya tiket berhasil dibeli. 5 tiket tentu cukup untuk naik beberapa wahana buat Fay dan Rayy. Fay berhasil naik komedi putar (tanpa antrian, setelah berebutan tentunya). Saya mengendong Rayy dan kembali menikmati suasana. Tiba-tiba terdengar suara melalui microphone. Pria tengah baya berteriak kesal.

"Denger kata abang neng!
Jangan turun dulu!
Neng!
DENGER KATA ABANG!
"
Hah?! Setengah terperangah ditengah antusiasme saya akan suasana pasar malam, saya akhirnya mengenali dari mana suara itu berasal. Itu adalah suara abang mic (sebut saja begitu karena abang ini punya otoritas penuh menggunakan satu-satunya microphone di pasar malam ini). "Ombak Banyu" itu nama wahananya (begitu disebut oleh pasar malam yang saya kunjungi). Ini sedikit penjelasan mengenai wahana ini :
1. Berbentuk seperti hexagon (saya lupa menghitung sisinya)
2. Disepanjang sisi terdapat tempat duduk panjang dari kayu
3. Kaki penumpang nantinya akan beberapa senti dari tanah
4. Digerakkan oleh beberapa orang yang berlari, bergelantungan, dan berloncatan dalam ritme yang pasti. Unik.

Kira-kira seperti ini gambarnya jika sedang berputar:
Foto di ambil dari blog ini.

"Ombak Banyu" ini diatur oleh abang mic (yang suaranya mengagetkan saya sebelumnya), yang luar biasa galak tapi ceria. Wahana ini memerlukan keseimbangan berat antara sisi yang satu dengan sisi yang lainnya. Teguran-teguran keras akan diteriakkan jika penumpang tidak mengikuti instruksi dengan baik. Wahana ini tampaknya luar biasa menyenangkan karena terlihat dari antusiasme calon penumpang yang ingin naik. Bisa disebut ini adalah wahana paling digemari. Ya, menyenangkan sekaligus membahayakan. Satu pesan dari abang mic yang tidak akan pernah saya lupa.

"Sudah siap semuanya?
Kalo udah siap
berarti harus pasrah sama Allah".

Tanpa sabuk pengaman, tanpa jaminan asuransi, musik kembali berputar dan "Ombak Banyu"
kembali meliuk-liuk.

Tulisan lain tentang kisah Pasar Malam yang saya kunjungi, bisa baca di sini.

24 Mei 2011

Berhenti Merokok Sebelum diBerhentikan Rokok

Alkisah seorang pemuda tampan (menurut dirinya sendiri) sebut saja boris_uye ingin menghentikan kebiasaannya merokok. Sebenarnya banyak jalan untuk menghentikan kebiasaan buruk seperti merokok. Mungkin klise, tapi alasan utama yang penting adalah memang keinginan dari diri sendiri. Selain alasan utama ini, tentu ada banyak juga jalan lainnya.. Mari tengok di postingan kali ini.

1. Manusia makhluk berpola yang tanpa sadar di kesehariannya melakukan jadwal rutin. Merokok bagi para perokok juga (tanpa disadari) merupakan salah satu kegiatan rutin yang terjadwal. Misalnya dalam kasus ini boris_uye merokok saat setelah makan. Nah kegiatan saat jadwal merokok inilah yang perlu diganti dan diwaspadai oleh boris_uye. Boris_uye dapat mengganti kegiatan merokok setelah makan dengan makan permen, mengupdate status di FB atau membuat kreasi vektor baru jika di depan komputer. Atau bisa juga menggantinya dengan mengkonsumsi buah-buahan.
2. Rokok dan baunya tentu mengingatkan perokok akan nikmatnya rasa rokok. Ini yang terkadang tidak disadari oleh mereka yang ingin berhenti merokok. Jika boris_uye berniat setulus hati, dia harus sedikit merapihkan rumah atau lingkungan sekitarnya dari benda-benda yang berhubungan dengan rokok. Misalnya membuang asbak atau korek api, mencuci sprei atau baju yang masih berbau rokok, atau membersihkan benda-benda lainnya yang dianggap mengingatkan boris_uye dengan rokok.
3. Yaa... namanya manusia. Jika merokok menjadi sesuatu yang sangat diinginkan, kadang niat menjadi terlupa, tujuan menjadi tak ada. Maka perokok yang berniat berhenti seperti boris_uye biasanya kembali merokok jika keinginan merokok menjadi sangat menggebu-gebu. Tapi cobalah lakukan hal ini. Jika keinginan merokok menggebu-gebu, tundalah beberapa menit sampai keinginan itu hilang. Kalau masih ingin merokok, tariklah napas dalam-dalam melalui mulut, lalu keluarkan secara perlahan dengan menyempitkan bibir. Ulangi 5-10 kali. Lakukan afirmasi dengan mengingat tujuan berhenti merokok.
4. Hal terakhir adalah hal yang sangat penting. Berhenti merokok merupakan kegiatan yang perlu Anda informasikan kepada teman, keluarga, atau orang lain yang sering berada di sekitar Anda. Misalnya dalam hal ini boris_uye dapat menginformasikan niatannya berhenti merokok kepada oki (temannya) atau denny (yang tidak mendukung usahanya) agar jika ketika berada di sekitar mereka, boris_uye selalu diingatkan akan niatan lurusnya. Percaya atau tidak, dukungan teman dan keluarga adalah faktor penentu hidup sehat seseorang.

Ya... mungkin sedikit yang bisa saya share.. mungkin kalau boris_uye ingin konsultasi dengan tarif berbayar tinggi, saya bisa share lebih banyak.. huahahaha...

12 Februari 2008

Wisata Air Panas Gunung Pancar..

Cukup banyak wisata yang ada di daerah Sentul dan sekitarnya. Karena letaknya yang berdekatan dengan beberapa Gunung, seperti Gunung Pancar dan Gunung Salak, maka wisata yang tersebar disekitarnya tidak jauh dari wisata alam seperti air terjun atau wisata lainnya seperti air panas. Salah satu wisata alam yang kerap kali dikunjungi adalah Wisata Air Panas Gunung Pancar. Wisata ini terletak di kawasan kaki gunung pancar yang dikelola oleh Perhutani. Bagi Anda yang pernah berkunjung ke sana atau pernah mendengarnya mungkin sudah tidak asing dengan objek wisata ini. Sekalipun bersaing ketat dengan Giri Tirta (pemandian air panas dalam bentuk eksklusif), Wisata Air Panas Gunung Pancar tidak pernah sepi dari pengunjung.

Di dalam lingkungan Wisata Air Panas Gunung Pancar sendiri kita masih dapat menemui beberapa pembagian wilayah. Untuk Anda yang ingin merasakan tempat yang benar-benar alami, Anda dapat langsung turun ketempat yang paling dekat dengan sumber air panas. Sedangkan bagi Anda yang ingin merasakan wilayah yagn lebih privat, Anda dapat memanfaatkan fasilitas kolam air panas tidak jauh dari tempat parkir. Namun, untuk menikmati fasilitas ini, Anda dikenakan lagi biaya tambahan.

Untuk menikmati sumber mata air panas yang alami Anda tidak perlu lagi mengeluarkan biaya. Di tempat yang cukup sederhana ini Anda akan menemui dua kolom utama untuk pria dan wanita. Kalau ingin berendam sendiri, Anda juga dapat menyewa kamar-kamar kecil berisi bathup yang dapat dimasuki 2-3 orang (kalau tidak salah). Untuk berendam di kamar khusus ini, Anda juga dikenakan biaya tambahan.

Pengunjung yang datang cukup beragam dari berbagai kalangan. Tak sepinya pengunjung ini juga disebabkan karena di tempat ini, terdapat pengobatan alternatif dengan sumber mata air panas yang dipercayai penduduk setempat dapat menyembuhkan berbagai penyakit. Waktu pertama kali berkunjung ke tempat ini, saya bertemu dengan seorang ibu yang telah melakukan terapi kesembuhan stroke berkali-kali. Saat bertemu, si ibu bercerita kesehatannya semakin membaik. Si ibu juga bercerita tentang sistem terapi penyemprotan yang diterapkan di tempat itu. Bagian tubuh yang sakit ujarnya, disemprot dengan air panas yang langsung diambil dari sumber mata air. Sebagai proses penyembuhan tradisional, sistem ini cukup masuk akal, karena setahu saya air panas memang dapat mengendurkan urat atau otot-otot yang tegang.. Wallahualam..

Tempat ini memang sangat alami, walaupun penataan sederhana dan apa adanya memunculkan kesan tidak terurus. Tapi dengan sumber mata air panas sebagai kebanggannya, saya rasa kesan tidak terurus menjadi nomor kesekian.. Apalagi setelah merasakan langsung rendaman anggota tubuh di dalam kolam air panas.. Wuih.. kepenatan hilang.

11 Februari 2008

the Jungle,, here we come !!

Saya yakin berat,, hari kamis saat imlek,, hujan akan turun.. mengingat, konon katanya imlek identik dengan perayaan kesejahteraan yang ditandai dengan HUJAN. Well,, it's true.. sepanjang kamis memang langin digelayuti dengan mendung, hujan silih berganti dengan hawa dingin.. walaupun hujan tidak serta merta turun,, tapi udara tetap teduh.. Meski begitu, saya dan suami, akhirnya nekat berangkat untuk ber-wisata air di the Jungle, Bogor. Letaknya tidak terlalu jauh, apalagi saat liburan seperti itu, saya lebih sering berada di kawasan sentul untuk beristirahat di rumah sendiri. Jadi jarak tempuh menuju The Jungle tidak terhitung jauh. Saya semakin semangat karena hari itu mereka Grand Opening yang katanya disertai dengan berbagai acara dan launching teater 4D-nya. Akhirnya tekad semakin bulat, dan meluncurlah saya ke The Jungle. Berikut gambaran the Jungle jika mungkin sewaktu-waktu menjadi pilihan Anda menghabiskan liburan.

The Jungle terletak di dekat jantung kota bogor. Tepatnya di dalam komplek perumahan Bogor Nirwana Residence (BNR) kepunyaan Bakrieland. Buat Anda yang belum pernah ke sana, tak perlu khawatir, sejak keluar pintu tol Bogor Anda akan dipandu dengan banner-banner berukuran cukup besar menuju Bogor Nirwana Residence. Walaupun di beberapa iklan menyebutkan 'hanya 10 menit dari pintu tol bogor' tapi Anda perlu memaklumi, berhubung Bogor saat ini tidak seperti Bogor tempo dulu. Hehe... Macet di mana-mana.. Hueeee...
Setelah menemui petunjuk banner terakhir, Anda akan masuk beberapa ratus meter sebelum akhirnya menemui gerbang BNR. Saya mulai
miris... memang seperti inikah wajah pembangunan Indonesia?? Perhatikan perubahan pola pemukimannya..
Sebelum memasuki kawasan BNR, Anda patut sangsi karena lingkungan sekitar tidak seperti yang Anda bayangkan. Anda masih harus menemui rumah-rumah sederhana atau yang biasa disebut kampung... Setelah masuk gerbang BNR,, Anda tentu tidak akan menemui pemandangan seperti itu lagi karena rumah di lingkungan ini ditaksir sekitar ratusan sampai milyar rupiah. Di antara perumahan mewah, masih ada pula perumahan kalangan menengah (atau bahkan menengah ke bawah). Sedih :(

Berlanjut ke dalam lingkungan BNR, Anda akan menemui pula penangkaran hewan seperti Rusa sebelum menemui the Jungle. Lumayan,, Rusa-rusa yang katanya sumbangan Kebun Raya Bogor bisa kita nikmati pula di sini. (well, buat bakrie group tentu dengan mudah memiliki kepemilikan rusa-rusa ini)--
Memasuki kawasan the jungle,, Anda masih akan menemui beberapa pembangunan di sekitarnya. the Jungle sendiri cukup luas.. kawasan wisata air yang dibangun selama 168 hari dan mendapatkan rekor muri ini memang patut diperhitungkan,, karena beragamnya fasilitas baru seperti sistem smart card yang diterapkan. Saya dan suami cukup senang berada di sana.. Walaupun wisata air kami hari itu diiringi dengan hujan,, tapi over all... the jungle lumayan menyenangkan.

:)