17 Juli 2024

Backpacker Trip to Bali (Part 2)

 Ringkasan Part 1: Trip dari Jakarta ke Bali dengan kereta, baca langkanya di sini.


Lumba-lumba seperti kita ketahui gampang banget ditemui di Sea World Jakarta, atau beberapa kebun binatang besar di Indonesia. Tapi, jauh di lubuk hati terdalam, melihat mereka berada di kolam sempit membuat sedih. Jika dibandingkan lautan yang biasa dan seharusnya mereka huni, kolam sebesar apapun di darat tentu bukan apa-apa. 

Melihat mereka langsung di habitatnya menjadi salah satu bucket list yang sudah lama aku nanti-nanti tercoret. Dan here we go. My first agenda at Bali were to see dolphin at the sea. Sesulit itu menuju Lovina dengan public transport, tapi keinginan dapat mengalahkan segala hambatan, bukan?

Siang hari, untuk mengisi waktu luang menunggu waktu check in, kami bermain ke Ulun Danu Beratan, yang selalu menjadi icon Bali. Karena moda transportasi yang sulit, kami memutuskan naik Gocar dan bertemulah dengan driver yang akan menjadi teman perjalanan kami di Bali utara. 

Kami menikmati lunch dengan pemandangan danau yang indah, dan mengambil beberapa foto di tempat yang selalu diminati para wisatawan. Beberapa hal baru ditambahkan di tempat rekreasi ini. Sangat berbeda dengan kondisi 2017 saat kunjungan ku terakhir. We really enjoy our time here. 




Setelah dari Ulun Danu Beratan, kami langsung menuju hotel untuk check in. Kami menginap di Puri Lovina, hotelnya memang ga langsung di bibir pantai, tapi dengan budget lumayan murah, kami bisa berjalan kaki 2 menit menuju pantai, dan langsung bisa bermain pasir di pantai. Dan yang terpenting, hotel ini bersih dengan kasur yang nyaman. 

Sunset di Lovina adalah salah satu yang terbaik. Jika bermalam di Lovina, pastikan melihat sunset dari pantai terdekat. 


Keesokan paginya, kami menuju lokasi dimana Lumba-lumba berkumpul saat pagi untuk mencari sarapan.. Hahaha.. Menurut info penduduk setempat, mereka menuju pantai terdekat untuk mencari ikan. Dan ini lah waktu kami untuk melihat mereka langsung. Dan ternyata ku tak sendiri, sangat banyak peminat lumba-lumba. Ada belasan kapal yang juga berisi pengunjung dan ingin melihat lumba-lumba. Awalnya agak meragu akan melihat lumba-lumba langsung dari dekat, tapi ternyata Allah Maha Baik. Tidak lama kami tiba, sekumpulan lumba-lumba muncul di depan perahu kami. Lalu tidak lama kumudian muncul di samping perahu cukup dekat, sehingga bisa melihat langsung tanpa terhalang perahu lain. Penasaran penampakanya? Cek videonya di bawah ini.


Lovina dengan lumba-lumbanya, benar-benar pengalaman yang sangat menyenangkan. Kami beruntung bisa melihatnya secara langsung. 

15 Juli 2024

Backpacker Trip to Bali (Part 1)

Setelah menimbang-nimbang dengan berbagai pro cons, akhirnya memutuskan berangkat liburan ke Bali bersama dua jagoan. Berhubung butuh berhemat di sana dan sini, kami sepakat berangkat naik kereta dan public transport lain, tanpa pesawat. Agar mudah berpindah moda, akhirnya pakai carrier yang biasa dipakai untuk naik gunung. 

Apakah artinya sudah dapat disebut backpacker trip? Marilah kita berkesimpulan demikian, karena kami sama sekali ga bawa koper. Hahaha.. 

Memutuskan moda transportasi bukan hal yang mudah. Mencari moda transportasi yang pas di kantong ternyata lebih tak mudah. Untuk dapat sampai ke Bali dengan kereta, kami harus menuju Surabaya, dan lanjut ke stasiun Ketapang yang paling dekat dengan pelabuhan Ketapang. Menuju Ketapang dari Surabaya tidak perlu bingung, karena hanya ada satu pilihan kereta. Namun tak mudah menentukan dengan kereta apa ke Surabaya, karena pilihan kereta dari Jakarta menuju Surabaya, sangat banyak. Opsi tersebut harus tentunya mempertimbangkan harga tiket kereta, yang kalau salah pilih, total harganya tak kan jauh berbeda dengan pesawat. Seru bukan? Petualangan tak hanya bermula saat bepergian terjadi, tapi sejak mencari pilihan moda transportasi murah dan nyaman. Hahaha.. 

Setengah hari siang ku habis buat mencari moda transportasi yang pas. Gsheet terbuka untuk membandingkan harga yang satu dengan yang lain, itinarary, dan tentunya list budget selain transportasi. 

Akhirnya pilihan jatuh pada kereta Dharmawangsa dari Stasiun Pasar Senen menuju Pasar Turi Surabaya. Berlanjut dengan Blambangan Express dari Pasar Turi Surabaya ke Ketapang. Untuk menghemat biaya penginapan, kami bermalam di kereta. Tak perlu diceritakan detailnya kejadian di kereta, karena ga banyak kisah, selain ku dikira sebagai anak kuliahan yang lagi libur dan mau melancong ke Bali. 

Tiba di Ketapang sekitar jam 5 subuh, dan langsung menuju Pelabuhan Ketapang. Penumpang yang berjalan kaki tak banyak. Kami naik ferry sekitar 60 menit, lalu akhirnya tiba di pelabuhan Gilimanuk. Ada warung di pintu keluar, dan percayalah.. Nasi kuning dengan harga murah di warung ini enakk pisan..  





Berhubung agenda bermain pertama di Lovina, untuk melihat lumba-lumba di habitat aslinya, maka kami menuju terminal Singaraja dengan moda transportasi elf. Sayangnya, moda transportasi ini sepi diminati. Para pejalan kaki selalu langsung menuju terminal Ubung di Kota Denpasar. Sehingga kami harus menunggu sekitar 60 menit untuk akhirnya supir mau berangkat. Sangat disarankan mencari moda transportasi lain ke Singaraja. Atau jika peserta trip lebih dari 5, bisa langsung minta supir untuk jalan. Atau jika tidak terlalu urgent, disarankan langsung ke Denpasar saja. Opsi ke Lovina memang menarik, tapi agak sulit untuk menemukan moda transportasi umum yang nyaman dan cepat ke Lovina. 

Ada apa saja di Lovina? Apa saja itinarary kami selama di Bali bagian utara? Cek di postingan berikutnya, yaa.. 

08 Juli 2012

Keberhasilan yang Tertunda

Jumat malam adalah malam yang sangat spesial mengajarkan bahwa kegagalan adalah keberhasilan yang tertunda. Kenapa malam itu jadi spesial?

Sebelum bercerita kisah jumat malam itu, ada baiknya saya memaparkan beberapa hal penting. Pertama, saya terlahir dari keluarga sederhana. Kedua, pendidikan bagi saya dan keluarga sangatlah penting. Ketiga, untuk mendapatkannya, saya harus berjuang. Mendapatkan yang terbaik, tapi dengan dana yang sesuai dengan keadaan keuangan keluarga.

Selesai SMA, satu-satunya cara untuk kuliah adalah berjuang mendapatkan posisi di PTN. Tidak di PTN, tidak kuliah :D Hal yang sama berlaku untuk adik saya satu-satunya. Tahun lalu, adik berjuang keras dari berbagai jalur untuk mendapatkan tempat di PTN, dari jalur SNMPTN undangan, tertulis, UMB, sampai Penmaba. Peringkat pertama dan kedua di kelas dan sekolah menjadi hadiahnya tiap semester. Guru-guru menggadangnya akan sukses lolos PTN dari jalur SNMPTN undangan. Tahun lalu, semua kemungkinan lolos jalur PTN terasa seperti sudah di genggaman. Rasanya tidak mungkin dia tidak lolos. Sangat tidak mungkin. Karena dia cemerlang dalam prestasi sekolah. Sangat cemerlang.

Sayangnya keberuntungan tak berpihak padanya tahun lalu :( Semua jalur gagal membawanya masuk PTN. Sebenarnya mamah bisa dengan mudahnya mendaftarkan adik ke PTS, tapi bukan itu yang dia inginkan. Adik ingin dapat yang terbaik.

Satu tahun penuh, dia belajar (lagi) dengan masuk kelas intensif di Nurul Fikri. Di kelas intensif dia bertemu beberapa teman dengan semangat yang sama. Ingin lolos PTN. Teman kelas intensif NF digambarkannya sebagai teman-teman yang cerdas dan tidak sedikit sebenarnya yang punya banyak uang untuk masuk PTS mahal. Tapi bukan itu esensinya. Mereka pejuang, dan masuk PTN adalah perjuangan yang hasilnya adalah pembuktian kerja keras mereka. Satu tahun kerja keras adalah harga yang harus mereka bayar.

Belajar jadi keseharian adik selama satu tahun. Saat kami liburan sekeluarga bersama mamah, dia absen karena harus belajar dan try out. Momen penting kelas intensif hampir tidak pernah dia lewatkan. Adik jadi pribadi yang berbeda. Menunjukkan kegigihannya dan semangat bangkitnya dari kegagalan. Dan dia pantang menyerah. Dan terpenting, dia tidak malu menjalani kegigihan dan semangat bangkitnya.

Dan jumat malam kemarin, pengumuman SNMPTN memunculkan nama Adik, jurusan pilihan pertama, dan ucapan selamat atas keberhasilannya. Keberhasilan yang tertunda satu tahun lalu dirasakannya saat ini. Jurusan yang diinginkannya tahun lalu, didapatkannya tahun ini. Kalau ada yang bilang kegagalan adalah keberhasilan yang tertunda, adik saya pernah merasakannya, dan saya saksinya :D

 Adik dan hadiah keberhasilan yang tertundanya.

24 April 2012

Chat with the old one..

Hello there!!

Anggieeee where have u been?!


Haghaghag... Sorry.. i just completing prepare some post for my new website.

Whats?!


Yes i did... where you have something special to be share all you need is some website. Free of galau note. Just my brain, my experience and my idea of knowledge.

Why new website Anggie.. u still have me as your blog..

No offense, my lovely blog.. you are just such as my petty of feel and life. And that website is just fullfil with some kinna bored things of instructional designer idea. haghaghag....please welcome my new website:


Well this blog will still be my love. my laugh. and my life story...

:hug:


06 Maret 2012

Rindu sangat Tak Baik untuk Kesehatan

Judul di atas pernah jadi personal message saya di BBM. Kala itu ada beberapa kejadian yang berjalan secara bersamaan. Salah satunya curhatan teman yang sedang hamil muda dan beberapa kali flek. Usut punya usut ternyata, teman saya sangat merindukan suaminya yang saat itu sedang bekerja di luar pulau Jawa. Dan saya berani simpulkan di sini, penyebab ngeflek saat hamil ini karena rindu yang tak tertahankan. Lalu saya pun teringat diri saya sendiri ketika ditinggal suami pergi dinas. Dan saya menjadi sangat prihatin dengan keadaannya.

Betapa wanita diciptakan sangat rapuh sekaligus bisa jadi sangat kuat. Saya melihat ada beberapa teman yang sering ditinggal pasangannya pergi jauh. Mereka bisa dengan sangat kuatnya menangani urusan-urusan rumah tangga yang harusnya ditangani oleh para pria. Salah satu role mode terkait hal ini adalah mamah saya sendiri. Sejak papah sakit sampai papah meninggal dan hingga saat ini, beliau masih menjadi wanita tangguh yang menangani hal-hal besar.

Rindu memang sangat tak baik untuk kesehatan. Tak setangguh mamah, saya masih sangat rapuh. Dan di hari kedua saya ditinggal suami dinas saat ini, badan saya mulai hangat, kepala mulai pusing, dan semuanya jadi tidak menggairahkan :(

12 Februari 2012

Gitar dan Senandung Pak Nandang

Ingatan ini kembali terangkat saat Fay & Rayy membeli perangkat musik (lagi). Salah satu alat musik yang dibeli beberapa minggu lalu adalah gitar. Hari ini, gitar itu menganggur. Dan saya coba memainkannya. Saya sangat tak pandai bermain musik. Tapi saya penikmat musik.
Sambil memainkan gitar tersebut pikiran saya berkelana. Menggali-gali pemikiran dan ingatan tentang gitar. Ingat betapa inginnya dulu bermain gitar, ingat tentang torehan Hirata tentang betapa gitaris bisa menjelma menjadi personal yang mengagumkan dan memikat, dan ingat betapa inginnya dulu ada seseorang yang memainkan lagu favorit saya dan menyanyikannya untuk saya. Hanya untuk saya. Konyol.

Satu ingatan indah yang terangkat membuat saya pergi ke masa SMP dulu. Adalah pak Nandang, pria pertama dan terakhir yang menyanyikan lagu untuk saya dengan gitar. Beliau guru matematika terbaik yang pernah saya temui. Saya lupa persisnya, saat itu entah saat ulangan atau sedang ada tugas, kelas hening karena semua berkonsentrasi. Lalu seketika beliau duduk di meja murid paling depan. Sampai saat ini, ingatan saya masih jelas posisi beliau duduk, memangku gitar (yang dipinjam)nya. Beliau mulai bermain gitar, menyanyikan lagu untuk saya. Seketika pula gelak tawa memenuhi ruangan kelas. Jangan kira itu lagu romantis, lagu yang dinyanyikan adalah lagu dengan nada baru dan berlirik meledek saya yang (pada saat itu) kurus karena (dikira) cacingan. Saya yang saat itu jadi objek hanya tersenyum, merona, dan hampir tertawa. Tak mengira kalau itu jadi kenangan indah di masa kini. Karena beliau saat ini sudah tiada. Beliau berpulang pada Oktober 2010 silam. Kenangan indah bersama beliau takkan terlupa. Saat beliau mengajar matematika dan dengan mudahnya menyulap matematika menjadi rima indah. Saat beliau dengan santainya bersepeda kumbang dari rumahnya ke sekolah. Saat beliau marah kalau ada teman yang bertingkah luar biasa. Saat beliau dengan paniknya memapah saya yang hampir pingsan dari ruang kelas menuju ruang kesehatan. Dan saat-saat lainnya yang tak lagi terekam dalam otak tapi dalam hati.


Sampai saat ini beliau masih saya kenang sebagai guru terbaik dan pria (hampir) romantis. And he's my rockstar!

17 Januari 2012

3 Tipe Manusia Menjalani Hidup

Ini celoteh, asumsi, dan hasil imaji saya. Seperjalanan hidup, saya menemukan berbagai macam orang. Mereka saya klasifikasikan jadi tiga macam.

Orang pertama, mereka yang hidup untuk cinta dan tawa. Mereka adalah para perencana yang memetakan hidupnya dengan baik. Mereka memikirkan kapan cinta berdetak dan kapan tawa bergema. Dan percaya padaku kawan, mereka merencakan kapan detakan dan gema itu keluar dari tubuh mereka.

Orang kedua, adalah mereka yang menertawai hidup dan cinta. Mereka adalah yang kumpulan orang pesimis yang tidak suka punya rencana. Mereka skeptis akan adanya kehidupan layak dengan cinta.

Orang ketiga, adalah mereka yang mencintai kehidupan dan memenuhinya dengan tawa. Para pragmatis ini berjalan seiringan dengan (menurut mereka) alur kehidupan yang dirancang tuhan. Membiarkan semuanya mengalir dan mereka berada di dalamnya. Tak ada beban hidup, tak ada gundah cinta. Mereka malas merencanakan hidup karena mereka percaya tuhan.


Love, life, laugh.

Apalagi yang harusnya kita punya selain tiga hal itu. Entah bagi Anda. Bagi saya hanya cukup itu saja. Tak perlu ada sedih dan air mata. Hidup semudah mickey mouse berdansa melewati tantangan. Itu saja.

31 Desember 2011

Postingan Terakhir di 2011

Sebenernya postingan kali ini tak penting-penting sekali. Tapi berhubung saya berjanji tahun ini jauh lebih baik dari tahun sebelumnya, maka jumlah postingan blog ini saya akan buat lebih banyak dari tahun sebelum-sebelumnya. :D

Memaknai tahun 2011 ini, khususnya dipenghujung tahun membuka mata saya bahwa semuanya memang mudah sekali berubah. Pandangan, tindakan, sampai perasaan, semuanya bisa berubah dengan cepat. Walaupun yang instan memang tiada baik, tapi saya yakin semua perubahan sekecil apapun patut dihargai sebagai sebuah proses kehidupan. Dan tak layak bagi saya untuk menghakimi perubahan itu. Baik itu yang terbaik buat saya ataupun orang lain di sekitar saya, maupun yang mungkin buruk bagi saya ataupun orang lain di sekitar saya :(

Dan saya makin menyadari kecil dan kerdilnya saya, betapa naifnya saya, dan mungkin terkadang bodoh menghadapi pilihan-pilihan hidup. Tapi ini memang proses yang harus saya jalani. Berani saya simpulkan, saya belum jadi pemenang. Pemenang dari keinginan, mimpi, dan cinta.

Tak apalah jadi pengalah. Mungkin nanti suatu hari nanti saya jadi juara. Amin.

18 Desember 2011

Paspor Tanpa Calo

Proses pembuatan paspor tanpa calo dan tanpa lelah bukan hal yang mustahil. Berdasarkan pengalaman saya hanya perlu mempersiapkan beberapa dokumen dalam bentuk file yang akan diupload dan dalam bentuk fotocopy, antara lain:
1. KTP
2. Kartu Keluarga
3. Ijazah terakhir
4. Surat nikah (bila sudah menikah)
5. Surat rekomendasi/ surat keterangan bekerja.

Pertama Anda bisa mengajukan permohonan pembuatan paspor secara online melalui website imigrasi. Yang akan dilakukan antara lain:
1. Memasukan data-data Anda, pastikan diisi dengan benar.
2. Mengunggah berkas, minimal KTP, KK, dan Ijazah terakhir.
3. Menentukan waktu kedatangan ke kantor imigrasi pilihan Anda. Pastikan Anda memenuhi janji ini. Jika tidak, Anda perlu mengajukan permohonan ulang.

Kedua, Anda datang ke kantor imigrasi pilihan Anda, pada tanggal yang telah Anda pilih. Jangan lupa bawa berkas asli dan fotocopy dokumen yang saya sebutkan di atas. Saya sarankan datang pagi hari, jam 08.00 kantor imigrasi sudah buka. Pengalaman saya di Imigrasi Jakarta Selatan, pada pukul 07.30 seluruh pegawai imigrasi sudah bersiap-siap melayani. Jam 08.00, loket mulai dibuka. Ini adalah kegiatan yang saya lakukan:
1. Ambil nomor antrian.
2. Beli map untuk menyimpan berkas di koperasi imigrasi. Masukan berkas fotocopy ke dalam map. Seharga Rp5.000,00.
3. Serahkan berkas fotocopy-an dan perlihatkan berkas asli. Setelah pegawai imigrasi melihat berkas Anda, Anda akan diberikan kertas keterangan untuk melakukan pembayaran.
4. Serahkan kertas pembayaran tersebut pada loket pembayaran.
5. Lakukan pembayaran setelah nama Anda dipanggil. Biaya pembuatan paspor baru 48 halaman adalah Rp255.000,00. Setelah melakukan pembayaran, Anda akan menerima kwitansi pembayaran dan nomor antrian untuk proses biometrik dan wawancara.
6. Tunggu nomor antrian biometrik dan wawancara Anda dipanggil.
7. Jika sudah dipanggil, segera menuju ruang biometrik dan wawancara. Lakukan foto untuk paspor, cap jari, dan sedikit wawancara oleh pegawai imigrasi. Anda akan ditanyakan perihal tujuan kepergian dan negara tujuan Anda. Selain itu, Anda juga akan menandatangani beberapa berkas pernyataan. Setelah melakukan wawancara, Anda dapat pergi dari kantor imigrasi. Total waktu yang saya habiskan adalah 3 jam dari awal hingga ahkir proses. Pastikan kwitansi Anda simpan dengan baik. Kwitansi diperlukan untuk mengambil berkas.

Ketiga, Anda menunggu kesiapan paspor Anda. Akses kembali website imigrasi untuk mengecek status permohonan paspor Anda. Jika paspor sudah siap, status permohonan paspor akan bertuliskan: Serahkan Paspor. Paspor saya siap pada hari ke lima dan siap diambil di kantor imigrasi. Caranya hanya dengan menuju loket pengambilan paspor, letakkan kwitansi Anda, tunggu nama Anda dipanggil, dan paspor ada di tangan Anda. Sebelum pulang, fotocopy paspor dan serahkan fotocopy tersebut untuk data kantor imigrasi. Waktu yang saya habiskan untuk proses ini hanya 7 menit.

Total biaya yang saya habiskan adalah Rp255.000 (paspor 48 halaman) + 5.000 (map) + 1.000 (fotocopy setelah paspor jadi). Secara keseluruhan saya puas terhadap proses permohonan online ini, hanya saja, saat dikantor imigrasi ada beberapa kebingungan proses. Karena di kantor imigrasi tidak ada meja informasi yang bisa menjawab kebingungan awal saya. Jika pegawai imigrasi tidak ada yang siap untuk tugas ini rasanya dengan poster besar dan informatif, cukup untuk menjelaskan proses pembuatan paspor ini.

Saran saya untuk rekan-rekan yang akan membuat paspor lebih baik lakukan sendiri tanpa calo. Karena prosesnya sebenarnya sangat mudah dan tidak lama :)

30 November 2011

Peri Cinta

aku untuk kamu, kamu untuk aku
namun semua apa mungkin iman kita yang berbeda
tuhan memang satu, kita yang tak sama
haruskah aku lantas pergi meski cinta takkan bisa pergi

Bait di atas adalah penggalan sebuah lagu. Berkisah tentang hubungan berbeda agama antara dua insan. Kisah ini mungkin banyak pula terjadi pada kehidupan nyata, dan persis dialami oleh salah seorang teman dekat saya.

Hubungan antara dua insan tidak perlu dilebih-lebihkan, terkadang memang terikat erat tanpa status. Hubungan ini berlangsung kuat dengan atau tanpa kebersamaan. Setiap individu adalah jiwa yang unik. Keinginan untuk memiliki perasaan sayang dan menyayangi merupakan naluri yang tidak bisa disangkal atau dihilangkan dengan mudah. Ketika perasaan semacam ini tumbuh tidak pada tempat atau saat yang tepat, terkadang hanya butuh logika sebagai peredam. Logika yang menahan semua rasa. Logika yang menahan cinta.

Tapi cinta yang tidak bisa pergi memang tidak pula perlu dipaksakan. Biarkan dia tetap ada. Agar dapat dikenang, betapa diri ini dapat menjadi pecinta sejati yang ikhlas dengan adanya perbedaan dan ketidakmungkinan. Ini satu-satunya jalan agar jiwa yang mencinta menjadi tenang :)

25 November 2011

Kenapa harus e-learning?

Jawaban dari pertanyaan semacam ini adalah poin pembuka ketika saya mempresentasikan konsep e-learning kepada klien. Apa saja alasan digunakannya e-learning?

1. Standar kualitas dan kompetensi.
Pernahkah terbayang oleh Anda ketika harus memberikan materi pelatihan kepada beberapa kelas peserta yang berbeda? Kemungkinan kualitas materi yang Anda sampaikan tidak 100% sama antara kelas yang satu dengan kelas yang lain. Studi kasus yang teringat pada kelas A belum tentu teringat dan disampaikan di kelas B. Begitu pula dengan pengalaman-pengalaman penting terkait aplikasi materi, ada pengalaman yang teringat dan disampaikan tapi tidak diberikan di kelas C karena terlupa. E-learning memberikan solusi ketika kualitas materi yang Anda berikan pada seluruh kelas memiliki standar yang sama. E-learning merangkum dan mempersembahkan kualitas dan kompetensi yang sama bagi seluruh pebelajar.

2. Cakupan Geografis yang lebih Luas
Luasnya wilayah geografis suatu negara terkadang menjadi kendala para peserta belajar untuk mendapatkan pembelajaran yang berkualitas. E-learning memberikan kesempatan bagi pebelajar yang berada jauh dari pusat pendidikan atau pelatihan.

3. Monitoring Efektivitas Program
Ketika pebelajar diberikan kesempatan untuk bebas belajar, para penyelenggara diklat biasanya mengkhawatirkan bagaimana monitoring dilakukan. Proses monitoring bukan tidak mungkin dilakukan pada pembelajaran e-learning. Justru boleh dibilang e-learning membuka kesempatan monitoring yang lebih efektif, efisien dan terbuka. Banyak management system elearning yang mengakomodasi monitoring dengan cukup baik. Tidak hanya sekedar menampilkan score keberhasilan pembelajaran, management system juga dapat memberikan kesempatan penyelengara untuk melihat aktivitas pembelajaran yang terjadi. Dalam rincian hari, jam hingga durasi pembelajaran yang dilakukan.

4. Biaya Pelatihan yang lebih Ekonomis
Penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan menghabiskan dana yang tidak sedikit. Terlebih materi yang disampaikan adalah materi berulang untuk peserta yang cukup banyak. Dengan penggunaan e-learning, biaya kudapan, akomodasi (jika penyelenggaraan mengundang peserta dari daerah yang berbeda), dan biaya-biaya lainnya dapat diminimalisir.

5. Waktu Pelatihan yang Tidak Terbatas
E-learning memberikan kesempatan pembelajar agar dapat belajar dimana saja dan kapan saja. Kesempatan belajar yang tidak terbatas ini biasanya diiringi dengan pengkondisian agar terbentuknya jiwa pebelajar yang disiplin dan kritis. Disiplin dalam artian dia mempelajari seluruh materi yang diberikan dan kritis dalam menggali atau mendalami pemahamannya akan materi tersebut.

6. Jumlah Peserta yang Lebih Banyak
Jumlah peserta yang banyak terkadang menjadi kendala dalam penyelenggaraan diklat. Kurangnya tempat atau keterbatasan pemberi materi, membuat tidak dimungkinkannya jumlah peserta yang banyak diakomodir. Dengan e-learning jumlah peserta yang banyak dapat diakomodir dengan mudah. Jumlah peserta diklat yang cukup banyak dapat mempelajari materi diklat secara bersamaan.

Dengan keunggulan-keunggulan tersebut, e-learning menjadi pilihan dalam penyelenggaraan diklat.

17 November 2011

e-Learning by Design

Buku ini mendarat di tangan saya setelah gelisah beberapa menit yang terasa seperti beberapa jam menunggu bu Dewi Salma membuka pintu lemari buku koleksi Jurusan KTP (Kurikulum dan Teknologi Pendidikan). Buku yang saya pegang masih edisi perdana, di mana Oktober 2011 kemarin Horton telah menerbitkan buku Edisi Keduanya dan bisa dibeli di amazon.com.

Cover depan buku Edisi Kedua Horton

Buku ini merupakan satu paket komplit yang menggali perancangan e-learning dengan detail pilihan aktivitas pembelajaran yang bisa diadopsi. Horton pada edisi pertama ini membagi aktivitas pembelajaran ke dalam beberapa kelompok: absorb-type activity; do-type activity; dan connect-type activity. Semua ini adalah aktivitas yang merangkum jenjang belajar secara keseluruhan, penggunaannya tentu disesuaikan dengan kebutuhan dan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai.

Yang membahagiakan adalah kepedulian Horton akan hal-hal detail yang sering dianggap remeh, seperti penempatan, komposisi, hingga navigasi pada e-learning dibahas rinci oleh Horton. Pengolahan topik pembelajaran juga dituntun dengan apik oleh Horton. Buat para instructional designer, buku ini sesuatu yang tidak boleh dilewatkan.

Tapi, setelah intip sedikit konten di buku keduanya, saya lebih ga sabar lagi baca edisi kedua. Di edisi kedua, Horton memberi detail tentang games dan simulasi, yang mana sangat sering digunakan pada pembelajaran dengan jenjang belajar yang lebih tinggi. Terlebih saat ini kebutuhan corporate untuk menuangkan material praktik ke dalam bentuk e-learning, saya rasa semakin tinggi. Selain itu terdapat chapter tersendiri yang membahas mobile learning.

Saya yakin Horton tidak mau ketinggalan mengkaji learning object, dan saya seperti yang saya duga, saya menemukan jawabannya di buku kedua ini. Horton says 'Topics are learning object'. Untuk pemikiran kedepannya, Horton sangat antusias dan agresif mengkaji Social Learning as a new chapter in this book. Seperti yang sedang bergema belakangan ini dimana para ahli mulai berpendapat the future of e-learning is social learning. Sepertinya Indonesia masih jauh menuju ke sana.

Tidak heran dengan jarak selang enam tahun, terbitnya buku kedua ini merangkum dan mengupas secara rinci perkembangan e-learning dan kebutuhannya yang sedemikian ragam. Tidak heran pula saya mendamba setengah mati buku kedua ini :)

16 Oktober 2011

Bersyukur dan Bersabar

Dalam keadaan beruntung, cobaan seseorang adalah banyaknya bersyukur. Dalam keadaan sempit, cobaannya adalah tingkatnya bersabar. (Quote Anonim)

Kita banyak misteri sejak lahir. Misteri tentang kehidupan, tentang rejeki, tentang jodoh, sampai tentang kematian. Misteri ini bagi saya tak perlu dicari tahu. Cukup dijalani dan ditemui sebaik-baiknya. Waktu singkat ini tak cukup mencari tahu semua makna besar yang Allah berikan. Bagi saya, akal manusia tidak akan sanggup menggapainya. Tapi ketika kita menjalani semua misteri ini, Allah sang Maha Pemurah memberikan pedoman dan banyak pilihan. Mari kita gunakan pedoman yang diberikan sebaik-baiknya, dan memilih sebenar-benarnya pilihan terbaik dari pedoman yang ada.

Semoga yang sakit diberi kesembuhan, yang sempit diberi keleluasaan, yang berat diringankan, dan yang terbaik diberikan. Amin ya robbal alamin...

30 September 2011

E-Learning, dari Apa dan Bagaimana

Saat ini saya sedang berada di tengah project pembuatan modul e-learning untuk salah satu perusahaan Multi Finance. Berhasil saya rangkum beberapa garis besar kebutuhan tahapan analisis dan disain produksi konten e-learning.

Pertama, konten material. Saya perlu gambarkan instructional designer (ID) diharapkan mempunyai material atau konten yang baik sebagai bahan baku utama. Kesiapan klien dalam menyusun konten atau materi sangat mutlak diperlukan. Kejelasan tujuan pembelajaran, kedalaman materi, pengaya materi dan materi secara keseluruhan menjadi bahan utama terbaik yang harus didapatkan oleh ID. Alangkah lebih baik lagi jika masing-masing modul sudah disusun oleh ID lainnya yang memahami aspek pedagogis dari pengguna modul.

Kedua, kurikulum berbasis e-learning. Hal ini sepele namun penting bagi pengembangan e-learning disebuah perusahaan maupun instansi pemerintahan. Kurikulum berbasis e-learning ini akan menentukan bentukan e-learning yang diharapkan. Sejauh apa tiap modul e-learning nantinya diproduksi, seperti apa bentukan secara umum dari e-learning. Sayangnya perusahaan-perusahaan jarang melihat ini secara jeli. Sehingga pada prakteknya banyak overlap dan melebarnya konten e-learning itu sendiri.

Ketiga, strategi pembelajaran. Mewahnya ilustrasi animasi dan tingginya interaktivitas pembelajaran di dalam modul e-learning bukanlah sebuah jaminan tujuan pembelajaran tercapai. Terkadang dengan siluet ringan tanpa animasi bertele-tele, tujuan pembelajaran bisa tercapai dengan mudah. Mari renungkan tujuan pembelajaran, ingat dengan sasaran pembelajaran, dan sesuaikan dengan konten.

Terakhir, harapan saya, mungkin seiring berjalannya waktu, institusi atau perusahaan pengguna e-learning akan menyadari betapa euforia ini harus tetap dilekatkan pada aspek-aspek pedagogis dan keseimbangan cita rasa. Amin.

23 Agustus 2011

Menikah menuju Berkah

"Sungguh sebaik-baik kaum perempuan adalah yang paling ringan tuntutan maharnya." (HR. Ibnu Hibban dari Ibnu Abbas)

Hal ini yg selalu saya putar berulang-ulang ketika akan menikah dahulu. Rasulullah pasti memahami betul pentingnya mahar dan dengan bijak menggunakan kata paling ringan. Tulisan setelah ini merupakan pandangan pribadi atas hadist ini.

Mahar adalah sesuatu yang diberikan oleh calon suami kepada perempuan yang akan dinikahi, baik berupa uang maupun barang. Mahar bagi saya merupakan tanda cinta yang saya tuntut dan harus dipenuhi oleh calon suami. Mahar juga merupakan pembuktian keseriusan calon suami untuk memberikan yang terbaik bagi saya. Pembuktian ini menjadi janji akan terpenuhinya kebutuhan lahiriah yang wajib terpenuhi setelah ijab kabul nanti. Selain sebagai pembuktian kesanggupan calon suami, mahar bagi calon suami dapat menjadi cerminan kebutuhan calon istri setelah menikah nanti. Memang bukan menjadi patokan kebutuhan pasti, tapi calon suami dapat melihat pandangan dari wanita yang akan dinikahinya terkait hal materi. Seberapa sesuai kebutuhan istrinya nanti dengan kesanggupan suami menafkahi. Dengan mahar, calon istri dapat membuktikan kesanggupan suami, dan suami dapat menakar kebutuhan istri.

Poin penting kedua adalah kata "paling ringan". Tidak ada takaran terbaik selain materi dan kebendaan dalam mengukur kebutuhan lahiriah seseorang. Karena materi dan kebendaan ini bersifat relatif, maka tidak ada juga standarnya. Mahal bagi si miskin namun murah bagi si kaya. Oleh sebab itu kata "paling ringan" menjadi penengah dengan asumsi tidak memberatkan atau menyusahkan. Kebendaan yang ingin dimiliki calon istri adalah benda yang tidak menyusahkan bagi calon suami.

Rangkaian acara akad dan walimatul-'urus merupakan kegiatan yang tidak bisa dipisahkan. "Sesederhana apapun pernikahan, harus mengadakan walimahan" (HR. Thabrani dan Ahmad). Ketika para sahabat Rasulullah menikah, banyak cerita-cerita unik dan menyentuh terkait mahar. Pernikahan-pernikahan yang dilaksanakan pada saat itu sebenar-benarnya pernikahan islami yang tidak berlebih-lebihan. Pelaksanaan akad nikah sebagai acara utama adalah sebenar-benarnya acara utama, pelaksanaan walimatul-'urus sebenar-benarnya pula ajang silaturahim dan pengumuman bagi sanak saudara serta kerabat untuk menghindari fitnah dikemudian hari. Rasulullah mencontohkan menyembelih seekor kambing sebagai jamuan bagi para sanak saudara dan kerabat yang diundang. Namun dalam kondisi lain, ada pula riwayat yang menceritakan Rasulullah dan pernikahannya dengan sajian korma, keju, dan samin.

Walimatul-'urus diadakan dengan harapan mengumpulkan sanak saudara dan kerabat. Agar mendoakan dan bersilaturahim. Pelaksanaannya biasanya diadakan oleh pihak wanita, dan dibiayai oleh kedua belah pihak. Pembiayaan acara ini dari pihak calon suami merupakan pemberian keikhlasan atau kerelaan didasarkan atas kesanggupan calon suami dari segi materi. Ketika pembiayaan untuk acara ini menjadi tuntutan dengan keharusan tertentu dari pihak calon istri, maka menjadi bersinggungan dengan esensi dari mahar. Esensi mahar tidak lagi didasarkan atas kewajiban materi yang diberikan saat ijab qabul. Tapi menjadi aset materi terselubung yang tak tercatat di buku nikah. Sayangnya, kewajiban pembiayaan dengan nominal tertentu terkadang menyusahkan calon suami. Jika merunut tulisan-tulisan di atas, kita perlu mengingat kembali esensi dari mahar dan seruan Rasulullah dengan kata "paling ringan".

Siapa yang tak ingin hidup bahagia setelah menikah. Namun siapa pula yang tak ingin hari bahagia menjadi indah. Namun keindahan selayaknya juga menuju keberkahan. Karena itulah yang dicita-citakan. Toh indah merupakan hal relatif bagi mata yang memandang. Gedung mewah belum tentu indah bagi para milyuner yang memiliki kapal pesiar dan biasa berpesta di dalamnya. Tenda biru sederhana pun belum tentu buruk dihadapan para fakir yang biasa tinggal digubuk. Semua kebendaan dan keindahan adalah relatif. Tapi keberkahan adalah pasti. Dimana kehidupan setelah hari pernikahan adalah tolak ukurnya. Dimana ketenangan jiwa bersama pasangan adalah ciri-cirinya.

“Barakallahu laka wa baraka ‘alaikuma….”

Pernikahan merupakan perjalanan panjang yang diawali dengan niat baik dan pelaksanaan yang baik. Harapannya hanyalah mencapai keberkahan. "Sungguh pernikahan yang paling besar berkahnya adalah yang mudah dan sederhana pembiayaannya."

-Wallahu a'lam bishawab.-

28 Juli 2011

Last Man Standing


Last Man Standing adalah serial televisi di BBC Knowledge yang meliput kompetisi beberapa pria atletis asal Inggris dan Amerika. Tiap serialnya berisi episode-episode para kontestan yang memperebutkan posisi nomor satu dari olahraga unik yang mereka lakoni. Pada serial kedua, Last Man Standing episode ke delapan, para atlet ini menghadapi olahraga yang sama sekali baru mereka lihat dan dengar. Buffalo Racing, Karapan Kerbau di Sumbawa Indonesia. Untuk gambaran jelas episode ini bisa cek di sini. Di website milik BBC itu Anda akan mendapatkan informasi jelas terkait episode tersebut. Di postingan kali ini, saya hanya akan munculkan beberapa hal unik yang saya suka dari episode itu.

1. Sumbawa tempat yang indah, tapi terbengkalai
Daerah pariwisata di Indonesia jumlahnya sangat banyak. Tapi sedikit yang baru diketahui dan dikunjungi oleh wisatawan. Ketika menonton episode ini, saya melihat keindahan Sumbawa dan betapa budaya karapan Kerbau ini, luar biasa menarik. Atletis dan mistis. Acaranya digelar di salah satu sawah basah yang siap dibajak. Penontonnya meriah dan tumpah ruah. Para atlet benar-benar harus mengeluarkan kemampuan atletisnya mengendalikan kerbau yang mana baru mereka kenali sebagai hewan tunggangan balap. Di saat bersamaan mistis, karena ada unsur-unsur magis terkait boneka yang menjadi sasaran balap.
Boneka ini ditancapkan beberapa ratus meter dari garis start, berdiri tegak setelah dimantrai oleh dukun kampung. Dukun kampung memantrai boneka ini agar tidak pernah rubuh atau didekati karapan kerbau. Saya bukan pecinta sihir, klenik, atau magis. Tapi bagi saya ini adalah budaya dan budaya ini membuat saya terpana.

2. Penamaan kerbau tunggangan
Saat pertama atlet tiba di desa penyelenggara Karapan Kerbau, mereka harus mengundi kerbau mana ditunggangi oleh siapa. Dan selama persiapan lomba ini, kerbau itu adalah teman mereka. Seketika suasana menjadi riuh karena keberuntungan mendapatkan kerbau terbaik dan jagoan lomba diujikan saat ini. Sepintas lalu bagian ini saya hiraukan, tapi saya kembali terpana, karena ternyata mereka menyebutkan nama kerbau dengan nama-nama artis atau orang populer. Seperti salah satu kerbau yang dijagokan bernama 'Diah KDI'. Kembali saya terpana dan terpingkal.
3. Keakraban menentukan kemenangan
Para atlet mempersiapkan lomba dengan berlatih menunggangi kerbau. Tujuan mereka adalah merubuhkan boneka magis yang saya ceritakan sebelumnya. Mereka didampingi oleh seorang pelatih karapan. Para pelatih memberikan arahan cara menunggangi, cara mempercepat lari kerbau, dan cara memperlakukan kerbau. Para atlet terheran-heran mengetahui betapa cara memperlakukan hewan tunggangan ini adalah sesuatu yang spesial bagi para pelatih. Kerbau tunggangan harus diberi makan secara rutin, harus diajak ngobrol agar lebih akrab, para pelatih meyakini kerbau ini memiliki jiwa yang akan membantu atlet memenangi perlombaan. Dan yang tak boleh terlupa, kerbau ini harus mandi dua kali sehari. Iya dua kali, saat para atlet biasanya hanya mandi satu kali sehari. Ini adalah percakapan antara salah satu peserta dengan pelatihnya. Bertempat di pemandian kerbau, setelah selesai berlatih pertama kali.
Memandikan Kerbau

Atlet A : Bagaimana membuat kerbau ini lebih jinak? Saya kesulitan mengendarainya tadi.
Pertanyaan atlet ini membuat saya merubah posisi duduk menonton lebih serius. Karena saya baru saja melihat kerbau yang sedang dimandikannya, kerbau tunggangannya ini luar biasa liar. Saya yakin jawabannya akan melibatkan unsur-unsur teknis dan sangat penting. Lalu pelatih menjawab.
Pelatih : Oh, gampang. Kamu lepas kolor yang lagi kamu pakai, lalu kamu usap ke muka kerbau itu. Nanti dia jadi lebih nurut sama kamu.
Dan, saya terkikik tak terhingga. Kalau tidak salah ingat, kerbau dan atlet yang menanyakan hal ini adalah satu-satunya atlet yang berhasil merobohkan boneka magis. Wallahualam.

Overall, episode ini menarik, seperti banyak episode acara BBC lain yang melibatkan latar Indonesia dan daerah eksotisnya, episode ini membuat saya bangga berbangsa Indonesia karena budayanya.

13 Juli 2011

Memilih dan Memilah ISD Models

ISD (Instructional Systems Design) models bertebaran layaknya debu diladang. Memilih model yang tepat tentu bukan sembarang aksi. Tujuan pengembangan juga menjadi sorotan utama yang patut dipertimbangkan dalam memilah. Dengan orientasi yang tentunya sudah harus dipahami secara jelas. Orientasi ISD models terbagi menjadi beberapa:
Berorientasi pada kelas Dimana pengembangannya akan dimanfaatkan untuk kegiatan belajar mengajar di kelas. Beberapa model yang berorientasi kelas antara lain: ASSURE Model (Duet maut Heinich, Molenda, Russell, dan Smaldino), Gerlach & Ely, dlsb.

Berorientasi pada produk Pengembangan model ini dikhususkan untuk memproduksi. Outputnya biasanya dapat berupa media pembelajaran. Model yang berorientasi produk antara lain: The Bates Models, Seels dan Glasgow Models, dlsb.

Berorientasi pada sistem Pengembangan model berorientasi pada sistem ini dimanfaatkan untuk pembuatan sistem pembelajaran yang lebih luas. Kurikulum dapat dibuat dengan menggunakan model-model ISD ini. Model yang berorientasi sistem antara lain: Gentry, The IPISD (The Interservice Procedures for Instructional System Development), The Diamond Models, dlsb.

Tiap model tentunya memiliki kelebihan dan kekurangan. Pemilihannya tentu didasari oleh tujuan pengembangan itu sendiri. Cukup banyak literatur yang mengkaji tiap model yang ada ini. Anda bisa melakukan desktop research untuk mendalaminya.

07 Juli 2011

Tak Ada Water Dispenser, Water Pump Keren pun Jadi :)

Untuk kedua kalinya saya menemukan Water Dispenser yang bocor. Karena sudah bosan membeli dispenser baru, akhirnya saya memutuskan menggunakan water pump. Pada awal penggunaannya water pump ini hanya langsung dipasang di leher botol galon air mineral. Bisa dibayangkan betapa tak ciamik tampilannya.

Berhubung saya iseng berat dan gatel mata melihat tak adanya keindahan pada water pump tersebut, akhirnya saya selimuti cover galon dengan kain pembungkus. Jadilah seperti ini.


Cantik, bukan? Bermodal 63ribu rupiah, saya hanya menyambungkan dua kertas wafer bermotif, kertas craft untuk mengikat lehernya, dan pita menawan dari Harvest. Bahan-bahan tersebut bisa didapatkan di bagian stationary toko buku atau toko kerajinan. Mungkin jika ada pembaca yang ingin mencoba menerapkan keindahan ini, bisa mencobanya :)

Kedepannya saya akan mencoba menggunakan brokat atau bride veil. Atau Anda punya ide brilian lain? ^^

04 Juli 2011

Pasar Malam Hiburan untuk Semua

19.30 WIB, RW 014, Duren Jaya, Bekasi

Malam mulai pekat, tapi di sini terang. Tiga, empat, lima, enam. Malam ini Kami berenam pergi ke pasar malam. Saya, Fayyadh, Rayyan adalah pengunjung perdana tempat ini. Degup sistem audio menyuarakan lagu disko dangdut. Semarak. Semua lampu dan suara menyemarakkan suasana dan berhasil menghilangkan kepekatan malam. Lampu di sini, lampu di sana. Ceria di mana-mana. Inilah pasar malam. Pasar yang muncul malam hari dengan beberapa wahana aktif nyaris tanpa butuh listrik.

Setelah bengong selama beberapa menit, saya mulai bertanya-tanya bagaimana cara naik wahana yang ada. Karena Fayyadh (setelah ikutan bengong) mulai antusias. Akhirnya tiket berhasil dibeli. 5 tiket tentu cukup untuk naik beberapa wahana buat Fay dan Rayy. Fay berhasil naik komedi putar (tanpa antrian, setelah berebutan tentunya). Saya mengendong Rayy dan kembali menikmati suasana. Tiba-tiba terdengar suara melalui microphone. Pria tengah baya berteriak kesal.

"Denger kata abang neng!
Jangan turun dulu!
Neng!
DENGER KATA ABANG!
"
Hah?! Setengah terperangah ditengah antusiasme saya akan suasana pasar malam, saya akhirnya mengenali dari mana suara itu berasal. Itu adalah suara abang mic (sebut saja begitu karena abang ini punya otoritas penuh menggunakan satu-satunya microphone di pasar malam ini). "Ombak Banyu" itu nama wahananya (begitu disebut oleh pasar malam yang saya kunjungi). Ini sedikit penjelasan mengenai wahana ini :
1. Berbentuk seperti hexagon (saya lupa menghitung sisinya)
2. Disepanjang sisi terdapat tempat duduk panjang dari kayu
3. Kaki penumpang nantinya akan beberapa senti dari tanah
4. Digerakkan oleh beberapa orang yang berlari, bergelantungan, dan berloncatan dalam ritme yang pasti. Unik.

Kira-kira seperti ini gambarnya jika sedang berputar:
Foto di ambil dari blog ini.

"Ombak Banyu" ini diatur oleh abang mic (yang suaranya mengagetkan saya sebelumnya), yang luar biasa galak tapi ceria. Wahana ini memerlukan keseimbangan berat antara sisi yang satu dengan sisi yang lainnya. Teguran-teguran keras akan diteriakkan jika penumpang tidak mengikuti instruksi dengan baik. Wahana ini tampaknya luar biasa menyenangkan karena terlihat dari antusiasme calon penumpang yang ingin naik. Bisa disebut ini adalah wahana paling digemari. Ya, menyenangkan sekaligus membahayakan. Satu pesan dari abang mic yang tidak akan pernah saya lupa.

"Sudah siap semuanya?
Kalo udah siap
berarti harus pasrah sama Allah".

Tanpa sabuk pengaman, tanpa jaminan asuransi, musik kembali berputar dan "Ombak Banyu"
kembali meliuk-liuk.

Tulisan lain tentang kisah Pasar Malam yang saya kunjungi, bisa baca di sini.

22 Juni 2011

ASIX atau ga ASIX? Saya mah asyik-asyik aja...


Saya nulis blog kali ini untuk teman-teman di jejaring sosial ataupun ibu-ibu muda lainnya yang akan, sedang atau telah berpengalaman menyusui..

Asi Eksklusif dambaan para ibu dan kesukaan para bayi, saya sangat yakin hal itu.. Di blog ini saya sangat menghindari penulisan berbau cerita atau kisah (yang dianggap) berlawanan (atau tidak sesuai) dengan SKB 3 Menteri. Di sini pula saya tak perlu berkoar-koar tentang pentingnya ASI karena sudah banyak milis dan ibu-ibu pompom berkampanye ASIX. Di sini saya hanya kasih solusi dan cerita saya tentang kisah ASIX saya dan kisah saya menyukseskannya.

Rayy (jagoan kedua) anak ASIX. Fay (jagoan pertama) ASIX 6 bulan sampai akhirnya saya nyerah karena terbentur kehamilan jagoan kedua dan luka pada dinding rahim. Mungkin karena teguran pula dari Allah karena sombongnya saya di awal masa menjadi ibu, bahwa saya yakin saya bisa ASIX. Sedih? Tentu. Tapi tidak ada yang bisa menghalangi saya dari keyakinan bahwa itu adalah yang terbaik buat Fay dan terutama adik yang masih diperut ibunya. Itu kisah saya. Mungkin bisa jadi ada cerita sama di sekitar kita, dimana banyak bayi yang tidak dapat hak penuh menyusu pada ibundanya. Apa solusinya?

Sebenarnya banyak cara. Selain mendukung selalu sang ibu dengan info manajemen ASIP yang tepat, Anda selaku orang terdekat mungkin bisa membantunya dengan solusi tepat.. Berikut yang terlintas di otak saya saat ini.
1. Jadilah donor ASI! Jika Anda bukan pemilik ASI, mari bantu cari pendonornya. Walau sangat disayangkan Indonesia belum memiliki Bank ASI (sampai Maret 2011), mungkin ibu-ibu ini bisa menjadi pencetus berdirinya Bank ASI di Indonesia :D Tentunya dengan syariah yg difatwakan MUI Juli 2010.

2. Selain menjadi donor ASI, mungkin ibu-ibu juga bisa bantu menunjukkan kurir antar ASI terdekat yang bisa membantu antarjemput ASIP dari kantor ibu yang menyusui langsung ke rumah sang anak. Syukur-syukur kalau kurirnya didanai, moms.. ^^

3. .....Anda punya ide?

Mungkin pembaca ada ide-ide lainnya yang sifatnya memberikan solusi yang tepat? Syukur-syukur kepikiran bisa di tambahkan di komentar postingan ini.

So, mom... keep on campaign! Just please.. stop yells and give more good solution!

:)