17 Juli 2024

Backpacker Trip to Bali (Part 2)

 Ringkasan Part 1: Trip dari Jakarta ke Bali dengan kereta, baca langkanya di sini.


Lumba-lumba seperti kita ketahui gampang banget ditemui di Sea World Jakarta, atau beberapa kebun binatang besar di Indonesia. Tapi, jauh di lubuk hati terdalam, melihat mereka berada di kolam sempit membuat sedih. Jika dibandingkan lautan yang biasa dan seharusnya mereka huni, kolam sebesar apapun di darat tentu bukan apa-apa. 

Melihat mereka langsung di habitatnya menjadi salah satu bucket list yang sudah lama aku nanti-nanti tercoret. Dan here we go. My first agenda at Bali were to see dolphin at the sea. Sesulit itu menuju Lovina dengan public transport, tapi keinginan dapat mengalahkan segala hambatan, bukan?

Siang hari, untuk mengisi waktu luang menunggu waktu check in, kami bermain ke Ulun Danu Beratan, yang selalu menjadi icon Bali. Karena moda transportasi yang sulit, kami memutuskan naik Gocar dan bertemulah dengan driver yang akan menjadi teman perjalanan kami di Bali utara. 

Kami menikmati lunch dengan pemandangan danau yang indah, dan mengambil beberapa foto di tempat yang selalu diminati para wisatawan. Beberapa hal baru ditambahkan di tempat rekreasi ini. Sangat berbeda dengan kondisi 2017 saat kunjungan ku terakhir. We really enjoy our time here. 




Setelah dari Ulun Danu Beratan, kami langsung menuju hotel untuk check in. Kami menginap di Puri Lovina, hotelnya memang ga langsung di bibir pantai, tapi dengan budget lumayan murah, kami bisa berjalan kaki 2 menit menuju pantai, dan langsung bisa bermain pasir di pantai. Dan yang terpenting, hotel ini bersih dengan kasur yang nyaman. 

Sunset di Lovina adalah salah satu yang terbaik. Jika bermalam di Lovina, pastikan melihat sunset dari pantai terdekat. 


Keesokan paginya, kami menuju lokasi dimana Lumba-lumba berkumpul saat pagi untuk mencari sarapan.. Hahaha.. Menurut info penduduk setempat, mereka menuju pantai terdekat untuk mencari ikan. Dan ini lah waktu kami untuk melihat mereka langsung. Dan ternyata ku tak sendiri, sangat banyak peminat lumba-lumba. Ada belasan kapal yang juga berisi pengunjung dan ingin melihat lumba-lumba. Awalnya agak meragu akan melihat lumba-lumba langsung dari dekat, tapi ternyata Allah Maha Baik. Tidak lama kami tiba, sekumpulan lumba-lumba muncul di depan perahu kami. Lalu tidak lama kumudian muncul di samping perahu cukup dekat, sehingga bisa melihat langsung tanpa terhalang perahu lain. Penasaran penampakanya? Cek videonya di bawah ini.


Lovina dengan lumba-lumbanya, benar-benar pengalaman yang sangat menyenangkan. Kami beruntung bisa melihatnya secara langsung. 

15 Juli 2024

Backpacker Trip to Bali (Part 1)

Setelah menimbang-nimbang dengan berbagai pro cons, akhirnya memutuskan berangkat liburan ke Bali bersama dua jagoan. Berhubung butuh berhemat di sana dan sini, kami sepakat berangkat naik kereta dan public transport lain, tanpa pesawat. Agar mudah berpindah moda, akhirnya pakai carrier yang biasa dipakai untuk naik gunung. 

Apakah artinya sudah dapat disebut backpacker trip? Marilah kita berkesimpulan demikian, karena kami sama sekali ga bawa koper. Hahaha.. 

Memutuskan moda transportasi bukan hal yang mudah. Mencari moda transportasi yang pas di kantong ternyata lebih tak mudah. Untuk dapat sampai ke Bali dengan kereta, kami harus menuju Surabaya, dan lanjut ke stasiun Ketapang yang paling dekat dengan pelabuhan Ketapang. Menuju Ketapang dari Surabaya tidak perlu bingung, karena hanya ada satu pilihan kereta. Namun tak mudah menentukan dengan kereta apa ke Surabaya, karena pilihan kereta dari Jakarta menuju Surabaya, sangat banyak. Opsi tersebut harus tentunya mempertimbangkan harga tiket kereta, yang kalau salah pilih, total harganya tak kan jauh berbeda dengan pesawat. Seru bukan? Petualangan tak hanya bermula saat bepergian terjadi, tapi sejak mencari pilihan moda transportasi murah dan nyaman. Hahaha.. 

Setengah hari siang ku habis buat mencari moda transportasi yang pas. Gsheet terbuka untuk membandingkan harga yang satu dengan yang lain, itinarary, dan tentunya list budget selain transportasi. 

Akhirnya pilihan jatuh pada kereta Dharmawangsa dari Stasiun Pasar Senen menuju Pasar Turi Surabaya. Berlanjut dengan Blambangan Express dari Pasar Turi Surabaya ke Ketapang. Untuk menghemat biaya penginapan, kami bermalam di kereta. Tak perlu diceritakan detailnya kejadian di kereta, karena ga banyak kisah, selain ku dikira sebagai anak kuliahan yang lagi libur dan mau melancong ke Bali. 

Tiba di Ketapang sekitar jam 5 subuh, dan langsung menuju Pelabuhan Ketapang. Penumpang yang berjalan kaki tak banyak. Kami naik ferry sekitar 60 menit, lalu akhirnya tiba di pelabuhan Gilimanuk. Ada warung di pintu keluar, dan percayalah.. Nasi kuning dengan harga murah di warung ini enakk pisan..  





Berhubung agenda bermain pertama di Lovina, untuk melihat lumba-lumba di habitat aslinya, maka kami menuju terminal Singaraja dengan moda transportasi elf. Sayangnya, moda transportasi ini sepi diminati. Para pejalan kaki selalu langsung menuju terminal Ubung di Kota Denpasar. Sehingga kami harus menunggu sekitar 60 menit untuk akhirnya supir mau berangkat. Sangat disarankan mencari moda transportasi lain ke Singaraja. Atau jika peserta trip lebih dari 5, bisa langsung minta supir untuk jalan. Atau jika tidak terlalu urgent, disarankan langsung ke Denpasar saja. Opsi ke Lovina memang menarik, tapi agak sulit untuk menemukan moda transportasi umum yang nyaman dan cepat ke Lovina. 

Ada apa saja di Lovina? Apa saja itinarary kami selama di Bali bagian utara? Cek di postingan berikutnya, yaa.. 

08 Juli 2012

Keberhasilan yang Tertunda

Jumat malam adalah malam yang sangat spesial mengajarkan bahwa kegagalan adalah keberhasilan yang tertunda. Kenapa malam itu jadi spesial?

Sebelum bercerita kisah jumat malam itu, ada baiknya saya memaparkan beberapa hal penting. Pertama, saya terlahir dari keluarga sederhana. Kedua, pendidikan bagi saya dan keluarga sangatlah penting. Ketiga, untuk mendapatkannya, saya harus berjuang. Mendapatkan yang terbaik, tapi dengan dana yang sesuai dengan keadaan keuangan keluarga.

Selesai SMA, satu-satunya cara untuk kuliah adalah berjuang mendapatkan posisi di PTN. Tidak di PTN, tidak kuliah :D Hal yang sama berlaku untuk adik saya satu-satunya. Tahun lalu, adik berjuang keras dari berbagai jalur untuk mendapatkan tempat di PTN, dari jalur SNMPTN undangan, tertulis, UMB, sampai Penmaba. Peringkat pertama dan kedua di kelas dan sekolah menjadi hadiahnya tiap semester. Guru-guru menggadangnya akan sukses lolos PTN dari jalur SNMPTN undangan. Tahun lalu, semua kemungkinan lolos jalur PTN terasa seperti sudah di genggaman. Rasanya tidak mungkin dia tidak lolos. Sangat tidak mungkin. Karena dia cemerlang dalam prestasi sekolah. Sangat cemerlang.

Sayangnya keberuntungan tak berpihak padanya tahun lalu :( Semua jalur gagal membawanya masuk PTN. Sebenarnya mamah bisa dengan mudahnya mendaftarkan adik ke PTS, tapi bukan itu yang dia inginkan. Adik ingin dapat yang terbaik.

Satu tahun penuh, dia belajar (lagi) dengan masuk kelas intensif di Nurul Fikri. Di kelas intensif dia bertemu beberapa teman dengan semangat yang sama. Ingin lolos PTN. Teman kelas intensif NF digambarkannya sebagai teman-teman yang cerdas dan tidak sedikit sebenarnya yang punya banyak uang untuk masuk PTS mahal. Tapi bukan itu esensinya. Mereka pejuang, dan masuk PTN adalah perjuangan yang hasilnya adalah pembuktian kerja keras mereka. Satu tahun kerja keras adalah harga yang harus mereka bayar.

Belajar jadi keseharian adik selama satu tahun. Saat kami liburan sekeluarga bersama mamah, dia absen karena harus belajar dan try out. Momen penting kelas intensif hampir tidak pernah dia lewatkan. Adik jadi pribadi yang berbeda. Menunjukkan kegigihannya dan semangat bangkitnya dari kegagalan. Dan dia pantang menyerah. Dan terpenting, dia tidak malu menjalani kegigihan dan semangat bangkitnya.

Dan jumat malam kemarin, pengumuman SNMPTN memunculkan nama Adik, jurusan pilihan pertama, dan ucapan selamat atas keberhasilannya. Keberhasilan yang tertunda satu tahun lalu dirasakannya saat ini. Jurusan yang diinginkannya tahun lalu, didapatkannya tahun ini. Kalau ada yang bilang kegagalan adalah keberhasilan yang tertunda, adik saya pernah merasakannya, dan saya saksinya :D

 Adik dan hadiah keberhasilan yang tertundanya.

:)